Murid Awal Syaikh Albany

Februari 28, 2009

Tentu sangat sangat sedikit orang yang mengenal diantara murid-murid pertama dari Syaikh Albani rahimahullah.Dialah yang bernama Syaikh Muhammad Nashir At-Turmaniniy Abu Ahmad rahimahullah berasal dari Suriah.Namanya lumayan asing dan jarang atau tidak pernah terdengar.Beliau tidaklah menulis buku-buku yang dicetak luas.Hal ini disebabkan himpitan dan kekangan terhadap salafiyin dari orang-orang (partai) Baatst (yang berkuasa).Namun hampir-hampir engkau dapati seorang salafy dinegara Suriah adalah ditunjuki kepada manhaj salaf oleh Syaikh Nashir setelah Allah ta’ala tentunya.

Syaikh Nashir At-Turmaniniy kerap berdilog dan banyak berdiskusi dengan tokoh-tokoh utama kaum Sufi dinegara Suriah,semisal Abdul Fathah Abu Ghaddah, Mahmud ‘akam (sekarang menjabat Mufti Kota Halab) atau Adib Hassun, bapak dari Mufti Suriah sekarang, Ahmad Hasun seorang Sufi Quburi (IAIN sunan kalijaga pernah memberi DR.HC kepada orang ini di tahun 2008 kemarin)

Syaikh Nashir wafat sekitar 3 tahun lalu ditanggal 22 di bulan Dzulhijjah 1427H, beliau seorang tokoh utama salafiyin di negeri Suriah, khususnya di daerah Halab.

Sekilas akhlaq mulia beliau:

Syaikh Nashirt-Turmaniniy rahimahullah dikenal akan akhlaqnya yang dikagumi.Satu saat beliau pergi ke kampung beliau Turmani yang terletak 40 km dari kota Halab.Beliau bermaksud mendakwahi seorang muslim awam agar meninggalkan khurafat dan bid’ah.Namun orang tersebut malah mencela Syaikh dengan sejelek-jelek ungkapan,padahal umurnya jauh lebih muda sekitar belasan tahun dari Syaikh.Dikabarkan satu waktu orang tadi sakit, Syaikh berkata kepada koleganya, mengapa engkau tidak mengejnguknya?Dijawab “Ya Syaikh, tidakkah engkau ingat apa yang pernah dilakukannya…aku tidak mau mendatanginya..kemudian berkata Syaikh “Aku akan menjenguknya”,maka pergilah Syaikh rahimahullah kepada orang yang telah mencela dan menyakitinya.

Perhatian kepada Sunnah walau sedang tertimpa mushibah

Suatu waktu Syaikh sedang memberikan pelajaran kepada murid-muridnya, tiba-tiba berbunyi dering telepon beliau.Setelah berbicara di telepon, terlihat rona wajah Syaikh berubah seraya berucap’Innnalillah wainna ilaihi raji’un.Berkatalah orang-orang yang hadir, “Apa yang terjadi Wahai Syaikh”.Beliau menjawab bahwa terjadi kecelakaan mobil yang menimpa putri beliau sampai merenggut nyawanya.Salah seorang yang hadir berkata “A’dzomallahu ajroka ya Syaikh” (Semoga Allah berikan sebesar-besar pahala bagi anda Ya Syaikh).Syaikh tersenyum, dan mengatakan,…sunnahnya adalah ,engkau ucapkan “Innna lillah ma akhodza walahu maa a’tho wakullu syain ‘indallah biajalin musamma faltashbir wal tahtasib

Rekaman Suara

Suara beliau terekam ketika menceritakan sebagian dialog beliau dengan orang-orang sufi dan khurafatnya, di majlis Syaikh Albani di kaset Silsilah Huda Wan Nur No.137

(Ringkasan dari tulisan murid beliau Abu Abdirrahman Al-A’dzami beserta sedikit tambahan) diambil dari http://salafyitb.wordpress.com

    • al muabarak
    • Desember 17th, 2009

    Alhamdulillah….
    sungguh menakjubkan dan mulia bagi seseorang yang menimba ilmu dari seorang mujaddid sesohor syaikh Nashruddin Al albani,apalagi sebagai murid yang pertama dan tentu banyak ilmu yang sangat banyak bermanfaat ,tapi ana masih penasaran ya.. kenapa Beliau syaikh Nashir tidak banyak menulis ktab-kitab? atau beliau mempunyai pertimbangan tersendiri…jazakallohu khair

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s