Syaikh Utsaimin Yang Kukenal (4)

Penulis Kholid bin Abdillah Al Mushlih ⋅ September 11, 2009 ⋅

Syaikh Utsaimin rahimahullah dan Urusan Umat

Syaikh ibarat mercusuar yang selalu memperingatkan umat dari adanya fitnah, musibah dan kekacauan besar.
Syaikh selalu mengikuti perkembangan kondisi kaum muslimin. Tidak banyak orang yang mengetahui sisi kehidupan beliau ini. Kebanyakan orang hanya mengetahui sisi kehidupan Syaikh terkait pengajaran ilmu, perhatian beliau terhadap para pencari ilmu, perhatian terhadap fatwa dsb. Hanya sedikit yang mengetahui sisi kehidupan Syaikh terkait perhatian beliau terhadap perkembangan islam dan kaum muslimin.

Syaikh selalu mengikuti perkembangan kaum muslimin di segala penjuru. Tidak hanya terbatas pada kaum muslimin yang ada dinegerinya saja akan tetapi beliau perhatian terhadap perkembangan kaum muslimin dimanapun mereka berada.

Beliau bahagia dengan apa-apa yang membuat umat berbahagia dan merasa gelisah dengan kegelisahan yang menimpa mereka. Harapan umat adalah harapan beliau. Bahagia umat adalah bahagia beliau dan derita umat adalah derita beliau. Syaikh selalu berdoa untuk kebaikan mereka, memenuhi kebutuhan mereka dan mencari solusi dari problematika yang tengah melanda umat sekuat tenaga beliau. Bukti yang menunjukkan hal ini sangatlah banyak. Akan tetapi aku hanya akan menceritakan dua kisah yang sangat berpengaruh bagi orang yang melihat dan memikirkannya.

Ayyuhal ikhwah..

Kisah pertama yang akan kuceritakan adalah tatkala beliau sedang menasehati para pemuda di Al Jazair yang keluar untuk membunuhi manusia dan melakukan hal-hal lainnya.

Syaikh sering menasehati, menaruh rasa belas kasihan,dan sering menghubungi mereka. Beliau melarang mereka dari keinginan untuk menyakiti kaum muslimin lainnya.

Syaikh merekam nasehatnya dari rumah. Beliau menyampaikan nasehatnya bagi mereka yang mengangkat senjata di Aljazair supaya meninggalkannya. Beliau mengingatkan supaya mereka kembali bersatu dengan jamaah kaum muslimin dan tidak mempersulit diri dengan menumpahkan darah tanpa alasan yang benar.

Nasehat itu sering beliau ulang-ulangi tanpa menunjukkan sosok beliau. Hal ini beliau lakukan supaya tidak menjadi sebab penolakan mereka. Ada salah seorang dari kalangan mereka yang memberi masukan kepada Syaikh supaya beliau tidak menampakkan diri dan hanya untaian nasehatnya saja yang ditampakkan. Apabila mereka melihat diri Syaikh dikhawatirkan akan menyebabkan mereka langsung menolak nasehat syaikh. Maka beliaupun melakukannya.

Nasehat-nasehat Syaikh kemudian dikirim lewat berbagai media massa di Aljazair. Berkali-kali khutbah syaikh disebarkan lewat radio dan televisi. Hasilnya, banyak para pemuda yang meninggalkan senjata mereka dan kembali bergabung dengan jamaah kaum muslimin. Merekapun meninggalkan cara-cara mereka yang salah.

Ayyuhal ikhwah..

Selain memperhatikan kondisi umat, Syaikh juga tidak melupakan negeri-negeri islam yang tengah bersengketa dan terampas seperti Bosnia dan Chechnya. Juga negeri Afganistan yang berperang melawan Rusia. Syaikh senantiasa menghubungi dan membantu mereka. Supaya lebih jelas, akan kubacakan sebagian tulisan saudara kita di kedutaan besar Chechnya. Mereka menulis untaian kalimat sebagai bentuk ta’ziah atas wafatnya syaikh. Mari kita simak sisi perhatian syaikh terhadap kepentingan ummat. Sisi ini tidak banyak menusia yang mengetahuinya.

Setelah memberi muqoddimah, mereka menyampaikan bahwa hilangnya seorang ulama merupakan musibah besar. Karena hilangnya ulama berarti bencana dan keburukan bagi umat ini. Mereka mengatakan:

“Ini merupakan musibah bagi umat ini dengan diwafatkannya para ulama’. Adapun musibah kami dengan wafatnya Syaikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin itu lebih besar. Kami telah kehilangan seorang yang sangat antusias untuk selalu menghubungi dan membantu kami. Kami senantiasa mendengarkan nasihat, petuah, petunjuk dan fatwa dari beliau. Sungguh beliau ibarat bapak kami yang santun.

Jika manusia melupakan keutamaan Syaikh, maka kami tidak akan melupakan kebersamaan beliau dengan kami pada perang yang pertama- di Chechnya-, bantuan dengan apa-apa yang beliau mampu lakukan untuk kami ditengah-tengah peperangan. Setelah perang usai, beliaupun begitu semangat membantu kami dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan mahkamah syar’iyyah.

Kami tidak akan melupakan bimbingan dan arahan beliau tentang mahkamah dan pengamalan hukum-hukum syariat.

Kami tidak akan melupakan kebersamaan beliau dengan kami dalam peperangan yang masih berkobar hingga sekarang.

Kami tidak akan melupakan dukungan beliau dalam peperangan ini, baik dalam bentuk bantuan harta berupa zakat yang beliau kirimkan kepada kami sambil berpesan,” ini hanya untuk kepentingan jihad saja.” Ataupun dukungan berupa himbauan dan ajakan beliau kepada manusia untuk membantu kami.

Kami tidak akan melupakan beliau yang hampir setiap hari menghubungi kami untuk mendengarkan kabar kami, untuk melihat kebutuhan dan permasalahan kami secara syar’i.

Kami tidak akan melupakan doa beliau untuk kami baik doa yang tersembunyi maupun yang terang-terangan dari atas mimbarnya, pelajaran-pelajarannya dan muhadharahnya, dalam sholat dan sujudnya.

Kami tidak akan melupakan apa yang telah disampaikan murid beliau kepada kami,- karena besarnya perhatian beliau kepada kami- bahwa Syaikh sering membacakan berita-berita dari kami kepada murid-murid beliau di masjid kemudian mengakhirinya dengan mendoakan kami.

Kami tidak akan melupakan bahwa beliau adalah orang yang pertama kali memberikan fatwa wajibnya menolong kami. Beliau pula yang pertama kali menerangkan manusia sejauh mana syariat jihad kami. Fatwa beliau itu membawa pengaruh yang besar terhadap kemenangan kami yang terus menerus.

Jikapun manusia melupakan semua itu atau mereka tidak mengetahuinya, maka kami tidak akan melupakan semangat Syaikh dalam mengurusi kepentingan-kepentingan kaum muslimin secara umum. Beliau meluangkan waktunya satu jam dalam sepekan untuk mengarahkan mujahidin-mujahidin di Bosnia. Beliau memberikan fatwa-fatwa, memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, mendengarkan khabar mereka dan menyebarkannya. Ada satu kejadian yang selalu kami ingat. Salah satu pemimpin mujahidin di Bosnia bertanya kepada beliau tentang hukum salah bunuh orang. Apa yang harus dilakukan setelahnya ?. Setelah menjawab pertanyaannya beliau kemudian berkata,” Tentang diyat orang yang terbunuh, biar saya yang menanggung. Saya akan mengirimkannya untuk kalian insyaallah.”

Sebelumnya Syaikh juga memiliki peran yang sungguh mulia dalam pergerakan jihad saudara-saudara kita di Afganistan. Dari fatwa yang beliau sampaikan supaya membantu dan mendukung mereka, nasehat yang beliau berikan untuk para pemimpin-pemimpinnya, besarnya perhatian beliau terhadap urusan-urusan mereka dan ini beliau lakukan secara terus menerus, cukuplah untuk menjelaskan perhatian Syaikh terhadap kebutuhan-kebutuan kaum muslimin. Tidaklah Syaikh jauh dari kaum muslimin di Filiphina dan Negara lainnya. Begitu pula harta beliau, fatwa dan kesungguhan beliau.

Ini adalah kesaksian dari orang-orang yang bergaul dengan Syaikh dalam suka dan duka mereka. Sisi kehidupan yang tidak banyak orang tahu. Karena memang para ahli ilmu sering menyebutkan bahwa semestinya seseorang berusaha untuk menyembunyikan amalannya dari penglihatan manusia dalam rangka mengharapkan balasan dari Allah semata. Kemungkinan syaikh sengaja tidak menampakkan dan menyebarluaskannya agar amalan tersebut menjadi simpanannya dan mengharapkan balasannya dari Allah semata.

Sumber : Transkrip Ceramah Syaikh Kholid bin Ali Al Mushlih hafidzahullah di http://www.almosleh.com/files/sound/mhdrat/othaimin/othaimin.pdf

diambil dari http://www.direktori-islam.com/2009/09/syaikh-utsaimin-yang-kukenal-4

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s