HADITS-HADITS TENTANG BID’AH

Hadist pertama :

“Dari ‘Aisyah , ia berkata : Telah bersabda Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “ Barang siapa yang mengadakan sidalam urusan (Agama) Kami ini apa-apa yang tidak ada darinya, maka tertolaklah dia”

(Riwayat Bukhari juz III hal.167 dan Muslim juz V hal. 133 dan lain-lain)

Hadist kedua :

“Dari ‘Aisyah , ia berkata : Telah bersabda Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “ Barang siapa mengerjakan sesuatu amal yang yang tidak ada keterangannya dari Kami (Allah dan Rasul-Nya), maka tertolaklah amalan itu”

(Riwayat Muslim juz V hal. 133)

Hadist ketiga :

Amma ba’du! Maka sesunggunya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah (al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sejelek-jelek urusan adalah yang baru (muhdast), dan setiap muhdats adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

(Riwayat Muslim juz III hal 11, Nasaa-I juz III hal 188-189 dan kedua tambahan dalam kurung () dari riwayat-nya. Ahmad juzIII hal 310 & 371, dan Ibnu Majah no.45)

Hadist keempat :

“Barang siapa yang hidup di antara kamusesudahku (yakni sepeninggalku), niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin al Mahdiyyin.8) Berpeganglah dengan nya dan gigitlah dengan gigi gerahammu! Dan jauhilah olehmu segala urusan yang baru/muhdast! Karena sesungguhnya, setiap urusan yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.”

(Hadist Shahih, riwayat Abu Dawud, Tirmimidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Daarimi, Hakim dan lain-lain dari hadist Irbadl bin Sariyah.)

Diantara fawaa-id (faedah-faedah) hadist-hadist diatas ialah :

  1. Bahwa setiap amal bid’ah itu tertolak (mardud)
  2. Setiap amal yang tidak mempunyai dasar dari al Kitab (al-Qur’an) dan as Sunnah dinamakan muhdats atau bid’ah
  3. Mahfumnya (yang dapat di fahami), bahwa setiap amal yang berdalil atau ada alasalnya dari al Kitab dan Sunnah diterima (maqbul) dan dinamakan amal Sunnah. Perhatian! Yang dimaksud berdaklil dengan al Kitab dan Sunnah atau ada asal dari keduanya ialah dengan cara pengambilan dan pemahaman dalil yang benar. Yaitu dengan mengikuti cara pengambilan dalil dan pemahaman para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut tabi’in dan para ulama yang mengikuti manhaj (cara beraganma) mereka.
  4. Bahwa al Qur’an dan Sunnah selalu berjalan bersama. Tidak akan pernah berpisah dan tidak boleh dipisahkan. Tidak bertentangan satu dengan yang lainnya dan tidak boleh dipertentangkan.
  5. Bahwa as Sunnah sebagai penafsir al Qur’an dan yang memberikan penjelasan. Satu kemustahilan kita dapat memahami al-Qur’an tanpa as Sunnah. Kalau kita meninggalkan as Sunnah, maka bersamaan dengan itu kita pun telah meninggalkan al-Quran. Oleh karena itu al-Qur’an sangat berhajad dengan as-Sunnah demi menjelaskan maksud-maksudnya. Hal ini memperjelas kepada kita bahwa Islam itu adalah Sunnah dan Sunnah itu adalah Islam. Inilah perkataan emas yang pernah diucapkan oleh salah seorang Imam dari Imam-imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, yaitu al Imam Barbahaariy di awal kitabnya  SyahrusSunnah.9) Maknanya, bahwa kita tidak dapat memahami, mengenal, mengamalkan dan menda’wahkan islam tanpa  Sunnah Nabi shallahu’alaihiwassalam.
  6. Bahwa bid’ah itu sejelek-jelek atau seburuk-buruk urusan.
  7. Bahwa bid’ah itu, Nabi kita shallahu ‘alaihi wa salam menamakannya sebagai muhdats, yaitu sesuatu yang baru. Yang dimaksud perkara/urusan yang baru, ialah di dalam urusan Agama atau ibadah. Bukan di dalam urusan/perkara keduniaan. Karena hal ini akan berkembang sesuai dengan tingkat berfikir manusia. Contohnya, kendaraan seperti mobil atau motor atau pesawat dan lain-lain yang pada zaman Nabi shallahu ‘alihi wa salam tidak ada. Ini bukan Bid’ah, sebagaimana difahami oleh mereka yang jahil terhadap Sunnah dan bid’ah. Kalaupun mau menamakan bid’ah hanya terbatas secara bahasa saja. Yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan bid’ah di dalam Agama yang memang sangat tercela dan menjadi sejelek-jelek urusan.
  8. Bahwa setiap bid’ah itu sesat, setiap kesesatan itu tempatnya di neraka. 10)
  9. Sabda Nabi sahallahu ‘alaihi wa sallam yang mulian inimenegaskan kepada kita bahwa tidak ada pembagian bid’ah pada hasanah (baik) dan sayyi’ah (buruk).

10.  Kewajiban kita mengenal dan menjauhi bid’ah

11.  Bahwa Sunnah dan Bid’ah selamanya tidak pernah bersatu.

12.  Bahwa umat ini akan berselisih dengan perselisihan yang banyak dan berkepanjangan. Yang dimaksud adalah perselisihan di dalam manhaj (cara beragama) dan aqidah.

13.  Sunnah sebagai jalan keluar dari perselisihan diatas. Demikian juga perjalanan para Shahabat radliallahu’anhum. Karena Nabi shallahu’alaihi wa salam mengiringi atau mengaitkan Sunnah beliau shallahu ‘alaihi wa salam dengan Sunnahnya Khulafaur Rasyidin. Yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka yang empat ini mewakili sekalian para Shahabat. Ynag di dalam hadits-hadits perselisihan umat (hadits iftiraqul Ummah) Nabi shallahu’alaihi wa salam menamakannya sebagai jama’ah. 11) yaitu jama’ah para shahabat. Yang di dalam Riwayat Tirmidzi dan Hakim yang merupakan tafsir lafadz jama’ah di atas beliau shallahu’alaihi wa salam menegaskan bahwa golongan yang selamat itu ialah : Yang aku bersama para shahabatku berada di atasnya. 12)

14.  Wajib bagi kita berpegang kuat-kuat dengan manhaj yang tersebut diatas. Bahkan Nabi Shallahu’alaihi wa sallamtelah memerintahkan : “Gigitlah dengan gigi gerahammu!”

15.  Muahfumnya, barang siapa yang menyimpang atay menyelisihi manhaj di atas Sunnahnya para Shahabat), pasti dia akan menjalanai kesesatan yang berkepanjanagan yang tidak ada akhirnya, kecuali dia kembali kepada  Sunnah Nabi shallahu’alaihi wa sallam.

16.  Bahwa hokum asal ibadah terlarang sampai ada keterangan dari Allah dab RasulNya yang membolehkannya baik perintah atau anjuran.

17.  Bahwa setiap bid’ah itu maksiat, dan tidak sebaliknya. Contohnya, zina itu maksiat, akan tetapi dia itubukan bid’ah.13) Maulid itu bid’ah dan Maksiat.14)

18.  Syarat diterimanya suatu amal ibadah atau amal taat, wajib mengikuti Sunnah, selain ikhlas kepada Allah. Inilah dua syarat diterimanya suatu amal : Ikhlas dan mengikuti Sunnah. 15)

19.  Tercelanya ahlul bid’ah, sebagai penentang syari’at dan kewajiban men-tahdzir-nya (memperingati manusia dari kejahatannya) dan menjauhinya. 16)

(Bacalah hukum-hukum ahlul bid’ah di kitab Mauqif Ahlis Sunnah Wal Jama’ah min Ahlil Ahwaa’ wal Bida’.)

Catatan kaki :

8) Mereka adalah : Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali

9)Syarhus Sunnah no.1

10)Lihat penjelasannya di fasal kaidah-kaidah bid’ah

11)Silsilah ash Shahihah no. 203 dan seterusnya. Kitab iftirraqul Ummah oleh imamn ash Shan’aniy.

12) Riwayat Tirmidzi no. 2641,Hakim Juz I hal. 128.

13) kecuali kalaumaksiat itu dijadikan sebagai upacara peribadatan.

14)Ilmu Ushulil Bida’ hal. 217-224

15)Tafsir Ibnu Katsier Surat Albaqoroh ayat 112, anNisa ayat 125 dan al Kahfi ayat 110.

16)tentenag siapakah ahlullbid’ah lihat fasal kaidah-kaidah bid’ah .

Disalin dari Buku : Risalah Bid’ah, Penulis : Ustad Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Pustaka Abdullah. Jakarta, cetakan ke 2 April 2004. Hal 47 -55

Dibacakan di Majlis Malam Kamis, tanggal 9 Desember 2009.

    • Syarif
    • Desember 18th, 2009

    Assalamu’alaikum,

    Akh, bagaimana mengenai materi-materi ta’lim di mmk, kok belum ada lagi yang di upload? apabila materi tersebut langsung di upload insyaAllah akan sangat bermanfaat terutama bagi ikhwan yang berhalangan hadir. Afwan. Syukron.

    Wassalamu’alaikum.

    Syarif Hidayatullah.

    • Syahril
    • Desember 28th, 2009

    السلام عليكم ورحمة الله وبركات

    Afwan, ana baru buka blog ini. Baarakallahu fi.

    Abu Luqman

    • mulya
    • Juli 24th, 2010

    Assalamualaikum
    ana mencari buku-buku almasil dari abdulhakim bin amir abdat
    mohon bantuan untuk mencari alamat blog nyah
    Jazakumullah khairan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s