Bersabarlah sampai kamu bertemu denganku di telaga…..

Cerita tentang keterasingan seorang muslim yang mengemban amanah ubudiyah penghambaan diri kepada Allah, baik yang hidup pada masa awal muncul lslam maupun yang telah ditakdirkan hidup pada masa akhir zaman seperti zaman sekarang ini, merupakan kumpulan cerita orang yang tidak lepas dirundung duka dan dilanda kesedihan. Dia tidak ubahnya sebagai seorang musafir yang singgah di sebuah perkampungan, tidak ada saudara tempat untuk mengadu, tidak ada kerabat tempat minta bantu, tidak ada teman yang diajak tertawa dan bercengkrama, akan tetapi bersamaan dengan keterasingan tersebut ia dapat bekerja dan berusaha dengan maksimal, sehingga ia mendapatkan keberuntungan yang ia bawa nanti di kampung halamannya yang sejati. Suatu kesedihan yang mengantarkannya kepada pantai tawakkal dan pulau keyakinan, keterasingan yang menyuruhnya untuk merenungi dan bertafakkur tentang hakikat kehidupan dan cerita kebahagiaan.

Sifat-sifat dan ciri-ciri seorang gharib(asing) pada akhir zaman secara gamblang diterangkan oleh Rasulullah dalam banyak hadisinya, seakan-akan beliau ikut serta bersama mereka merasakan duka dan kesedihannya, ikut pula menenangkan dan menyeka air mata kesedihan mereka, memberikan kepada dorongan dan spirit melaluinya untuk selalu istiqamah di alam yang telah penuh sesak dengan pembangkangan dan maksiat kepada Allah, membisikkan ke telinganya sambil memegang pundaknya. Akan tetapi tangis kesedihan itu malah makin menjadi-jadi, dadanya semakin bergemuruh, ia mencoba untuk menahannya tapi semakin ditahan semakin ia tidak menahan desakan dari dalam dirinya, ia bergumam: ‘Bagaimana aku bisa bertahan, ya Rasulullah! Sedangkan ilmu yang kumiliki hanya satu butir di padang pasir kebodohanku, bagaimana aku bisa istiqamah, sedangkan imanku tidak pernah menghuiam ke dalam lubuk hati, ia bagaikan seutas kapas yang diterbangkan angin hawa, bagaikan baling-baling di atas bukit,..’. serta banyak lagi ungkapan yang ia ungkapkan seketika itu, setelah lama ia melepaskan segala kesedihan dan kepedihannya, Nabi berdiri dan berpesan: “Sesungguhnya kamu akan dapatkan orang-orang berebut dunia, bersabarlah sampai kamu bertemu denganku di telaga.”  Dikutip dari Kitab Karya Ustadz Armen Halim Naro rahimahullaahu ta’ala ” Temui Aku…di Telaga!”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s