Bolehkah Melaksanakan Sholat Dhuha di Saat Jam Kerja Kantor

Tanya:

Apakah boleh melaksanakan shalat Dhuha di saat jam kerja kantor, khususnya jika di tempat shalat kepenuhan oleh jama’ah sehingga shalat tersebut mesti dilaksanakan di jam kerja resmi?

Jawab:

Perlu diketahui bahwa hukum asal shalat sunnah adalah di rumah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَفْضَلُ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ المَكْتُوْبَة

”Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِجْعَلُوا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوْهَا قُبُوْرًا

Jadikanlah shalat-shalat kalian di rumah kalian dan janganlah jadikan rumah tersebut seperti kuburan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak selayaknya bagi seorang pegawai melalaikan pekerjaan dari atasan yang hukumnya lebih wajib dari sekedar melaksanakan shalat sunnah. Shalat Dhuha sudah diketahui adalah shalat sunnah. Oleh karenanya, hendaklah seorang pegawai tidak meninggalkan pekerjaan yang jelas lebih wajib dengan alasan ingin melaksanakan amalan sunnah. Jika memungkinkan, pegawai tersebut bisa melaksanakan shalat Dhuha di rumahnya sebelum ia berangkat kerja, yaitu setelah matahari setinggi tombak. Waktunya kira-kira 15 menit setelah matahari terbit.

[Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhut ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 19285, 23/423. Yang menandatangani fatwa ini adalah Syaikh Bakr ‘Abdullah Abu Zaid, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Syaikh sebagai anggota dan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz sebagai ketua]

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.rumaysho.com

    • Arif Syarifudin
    • Mei 19th, 2010

    Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

    Untuk meberitahukan kepada mereka tentang hal ini tentu dengan cara hikmah, misalnya dengan melontarkan pertanyaan kpd mereka, “maaf, sebenarnya apa kita dibolehkan mengerjakan sholat dhuha yg sunnah sementara kita meninggalkan kewajiban kerja, sebab saya jg ingin mengrjakan sholat dhuha?” ato antum sodorkan fatwa di atas lalu tanya, “Ini ada fatwa seperti ini, bgaimana mnurt anda?”
    Ya, sebenarnya jika saja di tengah2 jam kerja ada waktu rehat (cofee break) seblm wktu zhuhur atau mash di wktu dibolhkennya mengerjakan shalat dhuha, daripada seseorang hnya istirahat makan minum dan ngobrol sana sini yang tak tentu arah, lalu ia mmanfaatkan wktu rehatnya utk shalat dhuha mski cuma 2 rakaat, maka itu tak mengapa, krna itu tak melanggar waktu kerja. Atau seorng pekerja meminta ijin kepada pimpinannya utk menunaikan shalat dhuha barang sesaat, jika diijinkan alhamdulillah. Tp jka tidak maka ya antm tak blh memaksa krn menaati pmpinan wajib smntara shalat dhuha adlh sunnah, tp smga antm ttp mendapatkan pahala dari niat antm. Lagi pula Allah tlah mengatakan,
    فَاتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
    “maka bertakwalah kepada Allah menurut kemampuan kamu.” (Qs. at-Taghabun: 16)
    Kewajiban yg tak mampu dikerjakan saja dapat dimaafkan aplgi kalau itu cuama amalan sunnah. Allah juga berfirman,
    لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا
    “Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan apa yang ia mampui…” (Qs. al-Baqarah: 286)

    Wallahu A’lam bish-shawab.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s