Definisi Fitnah

Menurut bahasa, kata fitnah-yang merupakan bentuk tunggal dari kata fitan-berarti: musibah, cobaan, dan ujian.

Adapun menurut istilah (terminology), kata fitnah disebutkan secara berulang di dalam al-Qur’an pada hampir 70 ayat (lihat al-Mu’jam al-Mufahras), dan seluruh maknanya berkisar pada ketiga makna di atas.

Ar-Raghib berkata:”Makna asal dari kata fitnah yaitu memasukkan emas ke dalam api agar tampak terlihat yang baik dari yang buruk.”

Lafazh fitnah bisa bermakna memasukkan manusia ke dalam Neraka, sebagaimana firman Allah (yang artinya): “(Hari Pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka difitnah (diadzab) di atas api Neraka. (Dikatakan kepada mereka): ‘Rasakanlah adzabmu itu. Inilah fitnah (adzab) yang dahulu kamu minta supaya disegerakan.’”(QS. Adz-Dzaariyaat:13-14)

Kata fitnah pada ayat ini berarti adzab.

Kata fitnah bisa juga bermakna sesuatu yang mengantarkan kepada adzab Allah, seperti firman-Nya (yang artinya): “Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah…” (QS. At-Taubah: 49)

Dalam beberapa ayat, kata fitnah bermakna cobaan, seperti dalam firman-Nya (yang artinya):  “Dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan…” (QS. Thaha: 40)

Di sisi lain, kata fitnah bermakna ujian sebab keduanya bisa digunakan dalam konteks kesulitan maupun kesenangan yang diterima seseorang. Hanya saja, makna “kesulitan” lebih sering digunakan. Allah berfirman (yang artinya): “Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)…” (QS. Al-Anbiyaa’: 35) (Mufradaat Alfaazh al-Qur’an al-Kariim karya ar-Raghib al-Ashfahani)

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwasanya pengertian fitnah adalah hal-hal dan kesulitan-kesulitan yang Allah timpakan kepada hamba-hamba-Nya sebagai ujian dan cobaan yang mengandung hikmah. Biasanya fitnah terjadi secara umum, namun ada juga fitnah yang terjadi secara khusus. Pada akhirnya, berkat karunia Allah, fitnah itu diangkat sehingga meninggalkan dampak yang baik bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dan yang beriman,sebaliknya meninggalkan dampak yang buruk bagi mereka yang berbuat kejahatan dan tidak beriman. Wallaahu a’lam.

(Diambil dari sumber: Kitab Fitnah Akhir Zaman, terjemahan dari Kitab “Al-Fitnah wa Mauqiful Muslim minhaa”, penulis Dr. Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-‘Aqil, Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s