Buku Tamu

Assalamu’alaikum,

Pengunjung diharapkan mengisi buku tamu ini, masukan-masukan dan saran-saran untuk blog kita ini sangat diharapkan.

Jazakumullahu khoiron.

Wassalamu’alaikum

Majlismalamkamis

    • Ummu Afifah
    • April 19th, 2010

    Assalamu’alaikum

    Syukron blognya cukup membantu ana dalam mencari kajian-kajian yang bermanhaj salaf. ana usul bagaimana kalau ditambah halaman khusus untuk akhwat?

    Syukron

    Wassalamu’alaikum

    • Wa’alaikumsalam, Alhamdulillah, semoga blog kita ini dapat diambil manfaatnya. Amin. Usulan akan kami pertimbangkan.

    • agus parwanto
    • April 23rd, 2010

    Alhamdulillah artikelnya semakin banyak dan beragam, semoga tetap istiqomah dan semakin banyak saudara saudara kita yang dapat mengambil manfaatnya.Amin

    • Bambang samedi
    • April 25th, 2010

    assalamu’alaikum
    Salah satu blog yang bisa di jadikan acuan selain blog lain yang bermanhaj salaf. Bagus sekali
    Syukron,
    Wassalamu’alaikum

  1. Wa’alaikumsalam,

    Syukron, semoga kita dapat mengambil manfaatnya. Amin

    • Abu Luqman
    • April 27th, 2010

    السلام عليكم ورحمة الله وبركات

    Barakallahu fie, semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kita izzah dalam mencari kebenaran Al Haq melalui bolg ini yang senantiasa mengedepankan ilmu yang berlandaskan Al Quran wa Sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman salafuh ummah.

    Jazakallahu khairan katsiro

    • Abu Luqman
    • April 27th, 2010

    ‘ala kulli hal, ana hanya saran dalam blog ini agar artikel-artikel yang sudah disimpan di kelompokkan sesuai dengan isi materi pembahasannya (contoh Aqidah, Ahlaq, ahkam, Shaum, shalat dll), untuk memudahkan para pembaca mencari artikel yang diinginkan.

    afwan.

    • Abu Luqman
    • April 30th, 2010

    السلام عليكم ورحمة الله وبركات

    Perhatian..!! perhatian..!! ada berita nih, simak ya….

    Jadwal Dauroh Ustadz Abdul Hakim Abdat di Jawa Timur (1-2 Mei 2010)

    Berikut ini adalah Jadwal Dauroh Ustadz Abdul Hakim Abdat di Jawa Timur (1-2 Mei 2010):

    1. Kajian Islam Ilmiah
    Tema : “3 Golongan Manusia Yang Membenci Sahabat”
    Pemateri : Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat -hafizhahullah- dari Jakarta

    Hari : Sabtu, 1 Mei 2010 M / 17 Jumadil Ula 1431 H
    Jam : Ba’da Maghrib – Selesai
    Tempat : Masjid Nida’ul Fitrah, Jl Rangkah Kidul (Depan Palazo Park) Sidoarjo
    Contact : Al Akh Bambang Irawan (08155288592)

    2. Bedah Buku Islam Ilmiah
    Tema : “Tafsir Al-Kawakib”
    Pemateri : Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat -hafizhahullah- dari Jakarta

    Hari : Ahad, 2 Mei 2010 M / 17 Jumadil Ula 1431 H
    Jam : 09.00 – Selesai
    Tempat : Masjid Tanwir, Jl Masjid No. 37 A, Asem Rowo – Surabaya
    Contact : Al Akh Aris (031 70773818 atau 081332080018)

    sumber: http://salafiyunpad.wordpress.com

    Barakallahu fie, semoga dakwah salafy senantiasa berkembang dan mendapat keberkahan dari Allah Azza wa jalla.

    Kapan di Berau ya….

  2. assalamu’alaykum warahmatullah..
    semoga blognya bermanfaat. ana link blog antum ya akh..barakallahu fiikum.

    • ardi
    • April 30th, 2010

    * ardi
    * April 30th, 2010

    * BALAS
    * KUTIP

    Assalaamu’alaikum,

    Materi buletin MMK Jum’at 16 Jumadil Awwal 1431 bagus, dan alangkah lebih baik lagi kalau dilanjutkan dengan pembahasan mengenai definisi ibadah atau menyembah (berikut contoh praktisnya). Sebab masih banyak orang yang memandang “ibadah” atau kata “menyembah” dalam arti yang sempit, sehingga tanpa sadar terjatuh ke dalam kesyirikan.

    Syukron ustadz.

    • Suparyana
    • Mei 3rd, 2010

    Assalammuaiakum akh,

    Moga blognya tambah rame akh dan sangat berguna dalam mengkaji nilai – nilai islam.

    Makasih,

    SPY

    • Abu Luqman
    • Mei 7th, 2010

    السلام عليكم ورحمة الله وبركات

    Akh, mohon ditambahkan pada jadwal kajian yaitu Kajian Bahasa Arab.

    syukron

  3. wa’alaikumsalamwarohmatullah, ahlan wa sahlan, akh tio terimakasih atas kunjungan di blog kami, dan terimakasih pula atas komennya. kami juga sama-sama sebagai penuntut ilmu. do’akan semoga da’wah di berau semakin semarak, dan tentunya semakin banyak saudara kita yang faham tentang dien ini amin. kami berharap blog kita ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin dimana saja berada.

    • Abu Luqman
    • Mei 18th, 2010

    السلام عليكم ورحمة الله وبركات

    akhi, gimana menurut antum jika diblog ini ditambahkan Daftar buku2 atau kitab yang sebaiknya dibaca atau jadi bahan referensi bagi kita semua.

    • Yoki
    • Mei 20th, 2010

    wa’alaikumsalam warohmatullah,
    Fasilitas tanya jawab ini memang kami sediakan untuk semua pengunjung tanpa melihat komunitas/kelompok/asal dan lain sebagainya akhi. kami berharap blog ini menjadi salah satu blog yang bermanfaat bagi semua kalangan muslim dimanapun. silahkan saja jika ada pertanyaan akh.

    syukran,
    a.n. moderator

    • Yoga
    • Mei 21st, 2010

    Assalamualaykum,
    Wah blog baru kayaknya nich, tapi tampilan bagus juga. Boleh dong bagi2 ilmunya?

    • Ardi
    • Mei 21st, 2010

    Rkman bhs arab yg prtama dah bisa di-share kah?

    • Abu Luqman
    • Mei 21st, 2010

    السلام عليكم ورحمة الله وبركات

    Barakallahu fikum…. semoga blog ini tambah semarak dalam memurnikan tauhid dan menegakkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alihi wasalam.

    Amin.

    • Tio
    • Juni 20th, 2010

    Assalamu’alaiku, maaf ustadz di halaman tanya jawab kayaknya sudah lama tidak diperbaharui, ada 2 pertanyaan yang belum dijawab.

  4. Assalamu’alaikum,

    Afwan, Ustadz Arif Syarifuddin pada saat-saat ini masih dalam kesibukan beliau, mengurus ujian santri, penerimaan santri baru, dan kesibukan beliau sebagai mudhir di Ma’had Syaikh Bin Baz, Yogyakarta, Insya Allah apabila sudah ada kesempatan, beliau kembali aktif mengasuh tanya Jawab di blog kita ini.

    Jazakallah khoiron.

    Wassalamu’alaikum

    an Moderator

  5. Jazakallah khoiron akhi, atas pencerahannya, semoga da’wah kita yang sudah lembut ini bisa semakin lembut, tentunya dengan tidak menyimpang dari kaidah syar’i, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Amin.

    Wassalamu’alaikum

    an. Moderator

    • Thullabul Ilmi
    • Juni 25th, 2010

    Assalamu ‘alaikum warahmatullah.
    Alhamdulillah,semkain bertambah kajian salaf di Indonesia. Semoga amal ibadah yang kita lakukan semua diridhai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.
    3 Tahun lalu ana sempat mampir ke Berau, ana cari-cari jadwal kajian salaf, belum ada. syukurlah kalau sekarang telah ada.

    • hermansyah
    • Agustus 5th, 2010

    assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

    syukron atas situs ini semoga menjadi media untuk pencerahan menuju jalan yang di ridhoi oleh allah subahana wataala..amiin

    • Abu Luqman
    • Agustus 10th, 2010

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Sekedar sharing, Do’a yg disunnahkan setelah shalat witr :

    “Allahumma Innii a’uudzu biridhooka min sakhothika wa bimu’aa faa tika min ‘uquubatika, wa a’uudzu bika minnika laa uhshi tsanaa a ‘alaika anta kamaa utsnaita ‘ala nafsika ”

    Artinya :
    “Ya Allah aku berlindung melalui keridhoan Mu dari kemurkaan Mu dan melalui maaf Mu dari hukuman Mu.
    Aku berlindung kepada MU dari Mu aku tidak bisa menghitung pujian kepada Mu sebagaimana Engkau telah memuji diri Mu”

    Dari shabat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahuanhu, HR Ahmad, Abu Dawud & Ibnu Majah.

    dikutib dari kitab Zaadul Maad – Bab Do’a pada Akhir Witr.

    Mohon maaf jika ada penulisan yg salah, afwan.

    Jazakallahu khair

    Abu Luqman

    • Jazakallahu khoir….
      berikut ada tambahan penjelasan singkat tentang shalat witir, semoga ada manfaatnya
      Do’a Setelah Shalat Witir

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pada saat witir membaca surat “Sabbihisma Robbikal a’laa” (surat Al A’laa), “Qul yaa ayyuhal kaafiruun” (surat Al Kafirun), dan “Qul huwallahu ahad” (surat Al Ikhlas). Kemudian setelah salam beliau mengucapkan

      سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

      “Subhaanal malikil qudduus”, sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. Abu Daud dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan di akhir witirnya,

      اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

      “Allahumma inni a’udzu bika bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik” [Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri]. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
      Sumber: http://muslim.or.id/ramadhan/dzikir-dzikir-di-bulan-ramadhan.html

    • Abu Luqman
    • September 3rd, 2010

    Barakallahu fi, sangat bermanfaat.

    Jazakallahkhairan katsiro

    • Abu Hanif
    • September 7th, 2010

    Bisa di baca link berikut, insyaAllah manambah wawasan:

    http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/09/apakah-membayar-zakat-fitrahfithri.html

    • Abu Hanif
    • September 27th, 2010
    • Abu Hanif
    • Oktober 15th, 2010

    Anas bin Malik radhhiyallahu’anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Akan tiba suatu masa ketika itu orang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti halnya orang yang sedang menggenggam bara api.” (HR Tirmidzi (2260) di dalam Kitab Al-Fitan, dishahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah (957)). – dinukil dari bulletin MMK vol 38, 7 Dulqa’dah 1431H –

    Refleksi:
    Ada 3 orang yang sedang dalam proses mencari kebenaran dengan mengikuti pengajian-pengajian dan berharap mendapatkan ilmu diin yang lurus, kebetulan ketiga orang tadi bekerja pada sebuah yayasan yang berafiliasi kepada sebuah partai Islam. Pada suatu saat, ketika ketiganya keluar dari sebuah masjid sehabis mengikuti ta’lim yang insyaAllah bermanhaj salaf, terlihat oleh mudir yayasan tempat ketiganya bekerja. Ternyata setelah kejadian kepergok mengikuti ta’lim tadi ketiganya mendapat teguran dari sang mudir agar tidak mengikuti ta’lim di luar yang diadakan oleh organisasi mereka. Akibat dari peristiwa itu 2 dari 3 orang tersebut tidak pernah terlihat lagi mengikuti kajian/ta’lim, sedangkan 1 orang lagi mengundurkan diri dari yayasan tempat mereka bekerja.
    (kisah nyata di tempat kita)

    • Abu Afifah
    • November 27th, 2010

    Assalamu’alaikum,

    Mohon do’a dan dukungannya untuk berdirinya Radio da’wah Ahlussunnah waljama’ah di Tanjung Redeb berau

    • Semoga, saat ini kita sedang mempersiapkan hal tersebut …. semoga Allah subhanauwata’ala memudahkan… Amin.

  6. Fatwa # 18432 from South Africa Date: Monday, January 18th 2010
    Category

    Jurisprudence and Rulings (Fiqh)
    Title
    I would like to find out if it is permissable to do fishing as a sport or for leisure.

    Question
    I would like to find out if it is permissable to do fishing as a sport or for leisure.

    Answer

    In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful

    Assalaamu `alaykum waRahmatullahi Wabarakatuh

    It is not permissible to do fishing just to pass time and to have fun when one does not have a valid shar’ee purpose such as to keep the fish for consumption etc. Therefore, recreational fishing and sport fishing in which one catches fish merely to release them again is not permissible. Releasing the fish due to it being undersized according to the law of the country is a different issue.

    To persistently spend a lot of time on fishing is not permissible as it causes ghafla (heedlessness) because of which the person is distracted from and deprived of praiseworthy as well as compulsory acts. Ibn Abbas (Radiyallahu Anhu) narrates that Rasulullah (Sallallahu Alaihi wa Sallam) said, “Whoever pursues the game (i.e. hunted animal, fish etc.) becomes heedless.” (Tirmidhi, Abu Dawud, Nasa’i).

    Mulla Ali Qaari (May Allah be pleased with him) explains the hadith thus: “i.e. whoever persistently pursues (the animal, fish etc.) and engrosses himself in it and mounts himself in order to pursue it — such as a pigeon etc. — for amusement and delight, becomes heedless: i.e. of Allah’s obedience, His worship, the congregation, and Jum’ah; and he distances himself from gentleness and mercy because of his resemblance with a predatory animal and a beast.” (Mirqaatul Mafaatih vol. 7 pg. 279)

    In short, to fish with a valid shar’ee purpose, such as to keep the fish for eating, is permissible. To incessantly and persistently spend a lot of time on fishing is not permissible. To fish just for the sake of fishing without the intention of keeping the fish is also not permissible.

    فتاوى محموديه: ج 17 ص 200-203 مكتبة شيخ الاسلام ديوبند

    في كتاب الصيد من تنوير الأبصار: هو مباح إلا للتلهي إلخ ؛ وفي الدر المختار: كما هو ظاهر ؛ وقال ابن عابدين رحمه الله: ( قوله كما هو ظاهر ) لأن مطلق اللهو منهي عنه إلا في ثلاث كما مر في الحظر ( رد المحتار: ج 10 ص 53 ط دار المعرفة )

    قال ابن حجر رحمه الله: وفيه إباحة الاصطياد للانتفاع بالصيد للأكل والبيع وكذا اللهو بشرط قصد التذكية والانتفاع ، وكرهه مالك، وخالفه الجمهور…(و بعد أسطر)… فإن لازمه وأكثر منه كره، لأنه قد يشغله عن بعض الواجبات وكثير من المندوبات وأخرج الترمذي من حديث ابن عباس رفعه: “من سكن البادية جفا، ومن اتبع الصيد غفل” ( فتح الباري: ج 12 ص 752 ط دار الكتب العلمية )

    وقال بدر الدين العيني رحمه الله: فإن فعله بغير نية التذكية فهو حرام لأنه فساد في الأرض وإتلاف نفس عبثا وقد نهى سيدنا رسول الله عن قتل الحيوان إلا لمأكلة ونهى أيضا عن الإكثار من الصيد وروى الترمذي من حديث ابن عباس رضي الله تعالى عنهما مرفوعا من سكن البادية فقد جفا ومن اتبع الصيد فقد غفل ومن لزم السلطان افتتن ( عمدة القاري: ج 21 ص 138 ط دار الكتب العلمية )

    وقال الملا علي القارئ رحمه الله: ( ومن اتبع الصيد ) : أي لازم اتباع الصيد والاشتغال به ، وركب على تتبع الصيد كالحمام ونحوه لهوا وطربا ( غفل ) : أي عن الطاعة والعبادة ولزوم الجماعة والجمعة ، وبعد عن الرقة والرحمة لشبهه بالسبع والبهيمة ( مرقاة المفاتيح: ج 7 ص 279 ط رشيدية )

    And Allah Ta’ala Knows Best

    Wassalaamu `alaykum

    Ml. Faizal Riza

    Correspondence Iftaa Student, Australia

    Checked and Approved by:

    Mufti Ebrahim Desai
    Darul Iftaa, Madrassah In’aamiyyah

    Taken from :http://askiman.org

      • Purwanto
      • Maret 31st, 2011

      Berikut ada ikhwan yang berbaik hati menterjemahkan fatwa dari Mufti Ebrahim Desai (Darul Ifta, Madrasah In’aamiyyah).

      awal kutipan:
      ________________________________________________
      Assalaamu `alaykum waRahmatullahi Wabarakatuh

      Tidak diperbolehkan memancing hanya untuk melewatkan waktu dan utk hiburan manakala seseorang memancing tidak mempunyai tujuan syar’i yang valid misalnya menangkap ikan untuk dikonsumsi dll. Oleh karenanya memancing untuk tujuan rekreasi dan olah raga dimana seseorang menangkap ikan hanya semata untuk dilepaskan lagi maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Pelepasan ikan terkait dengan ukuran yang terlalu kecil menurut undang-undang negara adalah isu yang berbeda.

      Secara terus menerus meluangkan banyak waktu untuk memancing dilarang karena hal tersebut menyebabkan ghafla (tidak memperhatikan=dipalingkan=cuek) yang mengakibatkan seseorang dipalingkan dan tercabut dari hal yang terpuji seperti ibadah-ibadah wajib. Ibn Abbas ra berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwassalam bersabda,”Barang siapa menuruti permainan (misalnya berburu binatang, ikan, dll) berakibat terpalingkan”. (Tirmidhi, Abu Dawud, Nasa’i).

      Mulla Ali Qaari ra menjelaskan hadist tersebut:”yaitu barang siapa secara terus menerus mengejar (binatang, ikan, dll) dan mengasyikkan diri sendiri di dalamnya dan menunggangi dirinya untuk mengejarnya –misalnya seekor burung tekukur dll – untuk kegirangan dan kesukaan, berakibat terpalingkan; yaitu dari ketaatan kepada Allah, ibadahnya, jemaah, dan Jum’ah; dan dia menjauhkan diri dari kelemahlembutan dan kasih sayang dikarenakan oleh kemiripanya dengan seekor binatang ganas dan buas”.(Mirqaatul Mafaatih vol.7 hal.279).

      Singkatnya, memancing dengan tujuan yang syar’i, misalnya menangkap ikan untuk dimakan, ini dibolehkan. Secara terus menerus meluangkan banyak waktu untuk mancing tidak diperbolehkan. Memancing hanya untuk kepentingan memancing tanpa maksud menangkap ikan juga tidak diperbolehkan.

      And Allah Ta’ala Sebaik-baik yang Mengetahui
      ________________________________________________
      selesai kutipan.

      Agar dapat diamalkan dengan sebagaimana mestinya, dan jangan disalahartikan apalagi disalahgunakan.

    • LikeFish
    • Maret 31st, 2011

    Assalamu’alaikum ustadz,
    Apa maksudnya tulisan di atas, gmana kalo dialihbahasakan dulu, jadi kita2 yg g tahu bhs ingris atw arab juga bisa paham. Makasih ustadz.

    • “sang pejuang”
    • April 24th, 2011

    KU SEMANGATI ENGKAU SAUDARAKU PEMILIK BLOG INI DENGAN TULISAN IBNUL QOYYIM,SEMOGA ADA FAEDAHNYA.

    Jihad Melawan Ahlu Bid’ah

    Aku akan terus berjuang melawan musuh-musuh Mu selama aku masih hidup
    Dan aku akan menjadikan perang melawan mereka sebagai kebiasaanku
    Aku akan menyingkap (kesesatan) mereka dihadapan manusia
    Dan aku akan membantah mereka dengan lisanku
    Aku akan membongkar kedok mereka yang tersembunyi
    Dari orang-orang yang lemah dengan ilmu
    Aku akan mengikuti mereka kemana mereka pergi
    Hingga dikatakan dua hamba tersebut telah jauh (berjalan)
    Aku akan melempari mereka dengan pena-pena petunjuk
    Seperti lemparan malaikat (terhadap setan-setan) dengan bintang
    Aku akan terus mengintai makar-makar mereka
    Dan aku akan mengepung mereka dari segala penjuru
    Aku akan menjadikan daging dan darah mereka
    Sebagai bentuk persembahan kepada-Mu pada hari kemenangan-Mu
    Aku akan membawa pasukan kepada mereka
    Yang tidak akan lari ketika bertemunya dua pasukan
    Tentara dua wahyu (Al-Qur’an dan hadits), fitrah
    Akal dan dalil dengan baik
    Sehingga jelas bagi yang masih memiliki akal
    Siapa yang lebih sesuai dengan akal dan ilmu
    Aku tetap beriman kepada Allah, kemudian Rasul-Nya
    Kitab-Nya dan syariat-syariat keimanan
    Jika Rabb-ku berkehendak, semua akan terjadi dengan kekuatan-Nya
    Atau jika tidak, semuanya ada ditangan-Nya

    (Nuniyah oleh Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)

  7. ILMU TIDAK BISA
    DIRAIH DENGAN BADAN YANG MALAS

    Ada sebuah kisah yang menarik yang dibawakan oleh Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala’ yang bisa jadi motivasi bagi setiap penuntut ilmu. Kisahnya adalah sebagai berikut:
    وقال الرازي: وسمعت علي بن أحمد الخوارزمي يقول: سمعت عبد الرحمن بن أبي حاتم يقول: كنا بمصر سبعة أشهر، لم نأكل فيها مرقة، كل نهارنا مقسم لمجالس الشيوخ، وبالليل: النسخ والمقابلة.
    قال: فأتينا يوما أنا (1) ورفيق لي شيخا، فقالوا: هو عليل، فرأينا في طريقنا سمكة أعجبتنا، فاشتريناه، فلما صرنا إلى البيت، حضر وقت مجلس، فلم يمكنا إصلاحه، ومضينا إلى المجلس، فلم نزل حتى أتى عليه ثلاثة أيام، وكاد أن يتغير، فأكلناه نيئا، لم يكن لنا فراغ أن نعطيه من يشويه.
    ثم قال: لا يستطاع العلم براحة الجسد (2).

    Ar Rozi berkata, “Aku pernah mendengar ‘Ali bin Ahmad Al Khawarizmi menyatakan bahwa beliau pernah mendengar bahwa ‘Abdurrahman bin Abu Hatim bercerita,

    “Kami pernah berada di Mesir selama tujuh bulan dan kami tidak pernah menyantap makanan berkuah. Pada setiap siang, kami menghadiri majelis para Syaikh. Sedangkan di malam hari, kami menyalin pelajaran dan mendiktekannya kembali. Pada suatu hari, aku bersama sahabatku ingin menemui seorang guru (Syaikh). Namun di tengah perjalanan, ada yang berkata bahwa guru tersebut sedang sakit. Lantas di tengah perjalanan, kami melihat ikan yang menarik hati kami. Kami pun membelinya. Ketika tiba di rumah, ternyata datang lagi waktu bermajelis, sehingga kami belum sempat mengolah ikan yang dibeli tadi. Kami pun langsung berangkat ke majelis. Demikian terus berlangsung hingga tiga hari. Akhirnya ikan itu membusuk. Lantas kami pun memakannya seperti itu dalam keadaan mentah. Saat itu kami tidak sempat memberikannya kepada seseorang untuk membakarnya. Kemudian ‘Abdurrahman bin Abu Hatim berkata, “Laa yustatho’ul ‘ilmu bi rohatil jasad” (Ilmu -agama- tidaklah bisa diraih dengan badan yang bersantai-santai). (Siyar A’lamin Nubala’, 13/266)

    Saudaraku … inilah kisah dari ulama salaf dahulu sebagai motivasi bagi kita saat ini. Beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari sepenggal kisah di atas:

    1. Perlu pintar-pintar membagi waktu antara urusan dunia dan urusan agama.

    2. Setiap orang memang akan sibuk dengan urusan dunianya untuk mencari penghidupan, namun mereka punya kewajiban untuk mempelajari agama. Terlebih lagi ada ilmu yang setiap individu wajib mempelajarinya yang membuat Islamnya sah dan tidak sampai meninggalkan kewajiban atau menerjang larangan Allah.

    3. Di saat kita berada di sekeliling ahli ilmu, maka kita jangan sampai melalaikan dari menimba ilmu dari mereka. Semisal ketika kita berada di sekeliling ahli ilmu di Saudi sana, saat kita menimba ilmu di tanah Arab, itu adalah waktu terbaik untuk meraih ilmu diin (ilmu agama) karena jika kita kembali ke negeri sendiri tidak mungkin kita mendapatkan ilmu semisal di sini. Setiap waktu kita saat itu mesti pintar-pintar dibagi.

    4. Waktu teramat berharga, terlebih lagi bagi seorang penuntut ilmu. Sedetik pun jangan sampai dilewatkan dalam ilmu, amalan dan dakwah.

    5. Ilmu agama tidak bisa diraih dengan badan yang bersantai-santai atau bermalas-malasan. Seluruh kemampuan yang kita curahkan untuk belajar Islam, itu belum tentu kita bisa meraih semua ilmu. Apalagi jika kita hanya mencurahkan separuh atau kurang dari itu.

    6. Setiap orang beriman atau seorang penuntut ilmu diin akan mendapati cobaan dalam hidupnya. Seperti kisah di atas, mereka mendapati cobaan sampai memakan ikan yang busuk karena tidak ada santapan lainnya dan karena semakin sibuknya waktu untuk belajar.

    Semoga Allah menganugerahkan waktu kita terus terisi dengan hal yang bermanfaat dan berpahala serta terisi terus dengan belajar Islam hingga liang lahad.
    Wallahu waliyyut taufiq.

    Panggang-Gunung Kidul, 10th Sya’ban 1432 H (12/07/2011)
    http://www.rumaysho.com

    sumber :http//rumaysho.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s